Friday, September 24, 2021

UTAMA RAYA BEACH

Pantai Utama Raya Beach yang terletak di perbatasan Paiton Kab. Probolinggo dengan Wilayah Situbondo menyajikan pemandangan yang sangat menarik. Kesan pertama, Oalah cuma cafe di sekitar Pom Bensin....tetapi ternyata tidak cuma cafe yang ada disini. Disini hotel, resto, cafe, vintage, dan vila serta pemandangan pantai yang luar biasa indahnya. Apalagi saat sunset dan sunrise.

Tuesday, August 24, 2021

SKS LAMA VERSUS SKS BARU

Menurut Wikipedia, SKS adalah singkatan dari satuan kredit semester. Sistem SKS ini digunakan umumnya di perguruan tinggi. Dengan sistem ini, mahasiswa dimungkinkan untuk memilih sendiri mata kuliah yang akan ia ambil dalam satu semester. SKS digunakan sebagai ukuran: Besarnya beban studi mahasiswa. 

Sistem SKS ini sebenarnya tidak hanya diterapkan di tingkat perguruan tinggi, tetapi juga pada sekolah menengah atas (SMA).  Sistem SKS ini mulai diterapkan sejak tahun 2007. Sistem ini disebut sistem SKS lama. 

Ada beberapa parameter yang menjadi acuan/indikator sistem SKS lama. Diantaranya, adanya sistem kontinyu dan diskontinyu atau disebut sistem on-off. Kontinyu maksudnya berkelanjutan, terutama dari segi materi / beban belajar yang di ambil. Sedangkan diskontinyu adalah tidak berkelanjutan. Dalam SKS yang baru, hal ini tidak ada/ditiadakan. Ada beberapa pertimbangan sehingga sistem on-off dihapus, salah satunya kemungkinan dikarenakan adanya kasus di sekolah X yang siswanya tidak bisa masuk perguruan tinggi karena sistem ini.

Di samping itu, dalam SKS lama berlaku semester pendek. Hal ini untuk menyiasati siswa yang merasa kurang atau tidak lulus dalam menempuh SKS pembelajaran. Dalam SKS baru, sistem pembelajaran bersifat tuntas. Kalau belum tuntas maka diharapkan mengikuti remidi perbaikan sampai memperoleh nilai tuntas.

Indikator selanjutnya, dalam SKS lama, siswa sudah dikelompokkan dari awal dalam paket 4, 5, 6, dan 8 semester. Dalam SKS baru, siswa tidak dikelompokkan, melainkan semua tergantung kecepatan belajar siswa. Jadi ada kelompok siswa yang belajar cepat 4 semester, ada yang normal 6 semester, serta ada yang lambat yaitu 8 semester. 

Beban belajar dalam SKS lama disebut SKS. Sedangkan dalam SKS baru beban belajar disebut jam pelajaran (JP). 

Demikian perbedaan SKS lama dan SKS baru. Walaupun ada perbedaan, tetapi ternyata ada juga persamaannya. Persamaannya, sama-sama berbasis sekolah dan diadakan evaluasi pembelajaran tiap semester . Semoga informasi ini bermanfaat 

Saturday, March 10, 2018

Kebenaran Absurd

Setiap orang menyakini sesuatu yang menurutnya benar, padahal orang lain belum tentu sependapat. Seperti yang ditulis Pak Didik, dalam pojok sosiologinya yang pemikiran beliau banyak dikutip disini.

Tidak perlu fakta, siapapun bisa mengklaim kebenaran. Sejauh percaya sesuatu itu benar. Bahkan tidak jarang orang begitu cepat mempercayai sesuatu yang dianggap benar.

*I believe therefore i'm right* itulah truth.

Banyak pelajaran berharga di sekitar kita harusnya membuat kita jadi cerdas dan bijak. Contoh real yang in di zaman now adalah berita hoak. Banyak orang yang menyakini kebohongan dan meng share menjadi kebenaran. Is it Truth? Walau ada  orang yang meluruskan, tetap saja ada orang yang meng share berulang-ulang.

Kebenaran itu bersifat subyektif, mengalahkan fakta objektif.

Fakta objektif kurang berdampak buat merubah opini publik dibandingkan dengan emosi dan keyakinan personal.

Apalagi keyakinan personal (meski bohong) dibalut sentimentil dan romantisme itu terus menerus diproduksi.

Nietzsche bilang *"kebenaran adalah sebentuk kekeliruan yang dibenarkan"*

Thomas Khun di buku "The Structure of Scientific Revolution" bercerita kebenaran sain yang mempopulerkan istilah paradigma.

Dulu bumi dianggap datar (paradigma I) dan selama berabad-abad diyakini kebenarannya. Lalu kebenaran bumi yang datar kemudian diragukan. Apalagi sejak Galileo berhasil membuktikan bahwa bumi itu bulat lewat penemuannya.

Munculah paradigma II yaitu bumi itu bulat hingga kini.

Gagasan Thomas Khun, dipinjam oleh sosiolog George Ritzer yang kemudian melahirkan sosiologi berparadigma ganda.

Kembali pada soal bumi datar,  muncul *"kebenaran"* baru, seiring keyakinan bumi datar (flat-earth), diam dan diyakini sebagai pusat tatasurya.

Penganut flat-earth terus menerus berteori -meski- dianggap absurd. Meyakini bumi datar hanya karena kitab suci menyebut "hamparan" bukan istilah bulatan? Padahal ditafsir yang poluler, sebab amat luasnya bulatan bumi, terasa seperti hamparan.

Begitu banyak kebenaran subjektif yang beredar di sekitar kita membuat kita kebingungan. Apalagi dengan kemajuan teknologi zaman now, membuat segalanya mudah menyebar, cepat dan praktis. Kebohongan yang dibalut dengan kebenaran subjektif.Bahayanya apabila kebohongan tersebut digunakan untuk menggiring opini publik, sementara masyarakat sampai sekarang belum bijak memilah kebenaran 😢.

Tuesday, April 5, 2016

Consolidated Social Structure / Konsolidasi

Peter M. Blau membagi struktur masyarakat menjadi dua, yaitu :
A. Intersected Social Structure  / Interseksi
B. Consolidated Social Structure / Konsolidasi

Kondolidasi yaitu suatu struktur dalam masyarakat yang mengalami penguatan. Biasanya dalam ujian nasional digambarkan dalam bentuk bangun (lingkaran / kotak / segitiga)  yang terpisah / tidak terdapat irisan. Maksudnya bahwa dalam masyarakat terdapat beraneka kelompok yang berbeda dimana tidak saling terkait satu sama lain. Perbedaan tersebut semakin menguat/menonjol. Itulah konsolidasi. Bisa juga konsolidasi diartikan tumpang tindih. Walaupun yang sering muncul dalam ujian nasional adalah penguatan.

Wednesday, March 30, 2016

Trombosit bayi turun, minum yang banyak

Pengalaman pribadi nih. Hari Minggu pagi kemarin, tanggal 27 Maret 2016, aku membawa anakku yang kedua, Safira ke dokter untuk berobat karena batuk dan ada bintik bintik seperti cacar. Sambil nunggu giliran diperiksa, mas minta anakku tuk di tes darah. Anakku masih belum genap 7 bulan, jadi aku agak was-was tuk disuntik diambil darahnya. Apalagi anakku lemes banget padahal biasanya sangat aktif. Tapi berhubung masku memaksa jadi aku lakukan. Hasil cek darah sungguh mengejutkan. Trombosit anakku jauh dari batas normal. Trombositnya hanya 48.000 padahal normalnya 150.000-450.000. Tentu saja kami syok. Apalagi dokter langsung bilang anakku harus opname karena kemungkinan terkena demam berdarah dan trombositnya anjlok banget. Kami pun segera membawa bayi kami opname siang itu juga. Karena tidak ada persiapan, bayi kami hanya diberi susu dan serbuk oralit untuk DB rasa jambu biji. Tentu saja dalam keadaan diinfus. Sorenya di cek darah malah turun menjadi 30.000. Tentu saja kami jadi was-was. Apalagi, perawat bilang kalau badan bayi kami dingin segera bilang sambil tiap sejam sekali mengecek suhu bayi kami. Aku langsung pergi ke alternatif / sensei minta fufang (obat china yang manjur menaikkan trombosit) ternyata stoknya habis. Di samping itu senseinya bilang fufang tidak cocok untuk bayi di bawah 2 tahun.
Di saat kebingungan musti bagaimana, tiba- tiba kepikiran stok sari kurma di rumah. Dulu saat anak pertamaku opname selalu aku beri sari kurma biar cepat sembuh, apalagi anak pertamaku susah makan kalau sakit. Akhirnya susu safira aku beri satu sendok teh sari kurma, dan aku minumkan. Susu satu botol dot lama habisnya. Apalagi safira sering tidur mungkin karena lemas trombosit turun. Biar tidur tetep saya beri susu dot. Kalau bangun, saya beri bubur bayi dan biskuit. Memang sih, bayi kami jadi bengkak badannya karena digelontor infus oleh dokter dan susu plus sari kurma. Tapi mau gimana lagi, yang penting bagaimana caranya trombosit naik. Tentu saja disertai doa kepada Tuhan Yang Maha Menyembuhkan. Hari selasa pagi dilakukan cek darah lagi alhamdulillah trombositnya 182.000. Safira pun kembali aktif, kebetulan bisa merangkak jadi bawaannya pengen merangkak melulu. Selasa siang kami pun diperbolehkan pulang.